Melalui Ekspedisi Brantas

  • Diposting oleh Aditya Eka
  • di Sabtu, Februari 02, 2013 -
  • 0 komentar
KEDIRI - Upaya untuk menyelamatkan daerah aliran sungai (DAS) Brantas dari pengrusakan lingkungan, yang diakibatkan ulah manusia, seperti penambangan pasir liar (ilegal), limbah rumah tangga, sampah, limbah pabrik dan tebing ambrol. Diperlukan kerjasama dan komitmen bersama dengan semua pihak. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri bersama Pemkab Nganjuk, dan didukung jajaran DPRD, kepolisian, TNI, dan masyarakat peduli Brantas, bersama–sama berkomitmen untuk peduli selamatkan dan lestarikan Sungai Brantas dari kerusakan. Kegiatan tersebut diberi nama “Ekspedisi Brantas 3 Radar Kediri”.

Kegiatan berlangsung hari Kamis (20/12) kemarin. Menurut panitia penyelenggara ekspedisi bertujuan untuk melestarikan dan mengetahui sejauh mana kondisi Sungai Brantas saat ini. Ekspedisi Brantas telah ada sejak 2010, 2011, hingga 2012. Ekspedisi kali ini menempuh jarak sekitar 23 kilometer, rutenya diawali dari Desa Wanengpaten, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, hingga berakhir di Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.

Misi peduli selamatkan Brantas menggunakan enam perahu karet, yang mana salah satu perahu ditumpangi Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk Abdul Wachid Badrus dan Kapolres Kediri. Perahu yang lainnya diisi oleh jajaran legislatif, Komandan Yonif 521, jajaran Polsek Nganjuk dan Kasdim Nganjuk, serta sejumlah pejabat Pemkab Kediri dan Pemkab Nganjuk.

Start dimulai sekitar pukul 06.00, diawali doa bersama, dilanjutkan penanaman bibit pohon secara simbolis oleh Bupati Kediri Haryanti, disekitar lokasi pemberangkatan. Bibit pohon dari bantuan Dishutbun Kabupaten Kediri. Usai penanaman rombongan menyempatkan menabur puluhan ribu ekor benih ikan ke sungai.

Dalam penyisiran Sungai Brantas, rombongan melihat langsung kerusakan yang terjadi disepanjang sungai. “Tim ekspedisi menulusuri sungai untuk melihat dari dekat, bagaimana keadaan sungai Brantas,“ tutur Endarko, selaku ketua tim SAR dari Brimob Kediri. Rombongan sempat berhenti di lokasi pembangunan Jembatan Papar-Kelutan. Disana siswa-siswi SMPN 1 Papar sudah siap menunggu kedatangan rombongan. Bupati Kediri dan Wabup Nganjuk menyerahkan bibit pohon sirsak secara simbolis kepada perwakilan siswa.

Perjalanan dilanjutkan hingga finish di bawah Jembatan Kertosono. Di lokasi finish juga dilakukan pembagian bibit pohon secara simbolis, dari bantuan Dishutbun Kabupaten Nganjuk, yang diserahkan kepada perwakilan siswa-siswi SMPN 2 Kertosono. Sedangkan bantuan benih ikan sejumlah 70.000 ekor disumbangkan oleh Arifin, selaku administrator Perusahaan Gula (PG) Pesantren Baru Kediri, dan perahu karet kepada pihak Radar Kediri secara simbolis, guna kegiatan pelestarian Sungai Brantas.

Ada juga kampanye diet tas kresek dan pembagian tas ramah lingkungan, yang dilakukan oleh Komunitas Nol Sampah Surabaya. Menurut Bupati Haryanti, jika pasir Brantas terus menerus disedot tanpa memerhatikan keseimbangan ekosistem, maka masyarakat yang akan dirugikan. Dan dampaknya, tanggul, tebing akan ambrol, rumah dipinggir bantaran sungai akan terancam longsor, serta rusaknya jalan akibat dilalui truk. Sementara itu Wabup Nganjuk mengajak kepada masyarakat Kediri dan Nganjuk untuk saling menjaga kelestarian Sungai Brantas, agar anak cucu bisa menikmati dimasa yang akan datang.

Kegiatan ini didukung oleh Pemkab Nganjuk, Pemkab Kediri, PT. Gudang Garam, Brimob Kediri, BPBD Nganjuk, BPBD Jatim, TNI, PG Pesantren Baru, PTPN X, dan Radar Kediri. Acara ini juga dimeriahkan oleh para jurnalis dan fotografer pelajar untuk berburu berita dan gambar, dalam rangka mengikuti lomba yaitu, “School Journalist dan Photograph Contest Ekspedisi Brantas 3 “ yang diselenggarakan Radar Kediri. (ajg/cel)

Author

Diposkan oleh Admin - Aditya Eka

Hi! My name is Aditya Eka. Now, I'm studying at Junior High School 3 Tulungagung, Class 9.4. Nice to meet you :)

0 komentar: